Utusan PPM Baitussalam Prambanan Ikuti Cyber Skill Training di Darunnajah

0

Pondok Pesantren Modern Baitussalam Prambanan (PPM Baitussalam) kembali mengirim utusan untuk mengikuti acara yang diberi tajuk “Cyber Skill Training” di Pondok Pesantren (PP) Darunnajah, Ulujami, Jakarta Selatan. Pelatihan dilaksanakan pada hari Ahad, 25 Februari 2018 hingga Selasa, 27 Februari 2018 (tiga hari), bertempat di Aula Empat Windhu PP Darunnajah. Pelatihan gelombang pertama dari beberapa gelombang yang direncanakan ini diikuti tak kurang dari 43 orang utusan pondok pesantren alumni Gontor seluruh Indonesia yang tergabung dalam Forum Pesantren (FPA) Gontor. Pelatihan semacam ini pernah dilaksanakan pada tahun 2016 lalu oleh PP Darunnajah Jakarta dan PPM Baitussalam Prambanan pun mengirim utusan pada saat itu.

Pelatihan dilaksanakan secara gratis dan ditanggung oleh tuan rumah, mulai dari narasumber, penginapan, konsumsi dan sebagainya. Tiap peserta hanya terbebani terutama biaya transportasi pribadi dari tempat asalnya hingga ke lokasi. “Pondok Pesantren Darunnajah ingin menjadi fasilitator kepada seluruh pondok anggota FPA untuk maju bersama. Darunnajah adalah pondok hasil wakaf umat, maka pondok ini milik umat Islam, dan Anda semua merupakan bagian dari Darunnajah,” kata Ustadz Drs. Musthofa Hadi Chirzin (Ketua Yayasan Darunnajah) dalam sambutannya di sesi penyambutan dan perkenalan, Sabtu, 24 Februari 2018 malam.

Menurut Irfanuddin, ketua panitia pelatihan ini dalam sambutannya mengatakan, pada masa sekarang ini image pondok pesantren kalah jauh dibanding dengan image lembaga pendidikan lain. Bahkan tak jarang pesantren dihubungkan dengan stigma negatif, misalnya sarang teroris, sarana prasarananya terbatas, kumuh, tak mengenal dunia luas dan sebagainya. Maka semua stigma yang tak sesuai itu harus dilawan dengan memberikan informasi dan gambaran yang benar kepada masyarakat, untuk itu website sebagai salah satu sarana publikasi menjadi sangat penting keberadaannya. Namun banyak di antara pesantren-pesantren yang telah maju dan berkembang dengan kegiatannya yang sangat variatif kurang memperhatikan sisi publikasi kepada masyarakat.

Pelatihan ini diisi oleh para narasumber yang memiliki keahlian di bidang masing-masing. Misalnya materi wawasan komunikasi disampaikan oleh Dr. M. Tata Taufik (Wakil Ketua FPA Gontor dan ahli komunikasi), materi tentang sinematografi dibawakan oleh Andri Sofyan Syah (sineas nasional), materi fotografi bersama master fotografi strobist yaitu Doddy Bening (founder Bening Photography), materi pemberitaan efektif disampaikan oleh M. Husein Sanusi (jurnalis internasional), materi kehumasan diisi oleh KH. M. Anis Maftuhin, dan sebagainya. [Mas Cah]

Share.

Leave A Reply