Penerapan Aqidah yang Bersih (5): Tidak Meyakini Ramalan Bintang

0
Lanjutan artikel: Penerapan Aqidah yang Bersih (4): Tidak Mendatangi Peramal

Di kalangan remaja, ada satu hal yang masih menjadi pembahasan yang menurutnya menarik, yaitu membaca ramalan bintang. Biasanya, ramalan bintang dimuat di media cetak ataupun media on line. Ada di antara mereka yang benar-benar meyakini atau sekedar iseng saja. Padahal perkara tersebut sangatlah rawan bagi bersihnya aqidah yang dimilikinya.

Karenanya, para remaja Islam perlu dibekali ilmu aqidah secara matang, sehingga ketika ada perkara yang rentan mengotori bersihnya aqidah, mereka bisa menangkalnya.  Akan tetapi, karena banyaknya para remaja Islam yang aqidahnya masih lemah, sampai saat ini ramalan bintang masih menjadi bahan menarik bagi mereka untuk diperbincangkan.

Allah Ta’ala berfirman:

وَعِنْدَهُ مَفَاتِحُ الْغَيْبِ لَا يَعْلَمُهَا إِلَّا هُوَ

Dan pada sisi Allah-lah kunci-kunci semua yang ghaib; tidak ada yang mengetahuinya kecuali Dia sendiri.” (QS. Al An’am: 59).

Kebanyakan apa yang dimuat dalam ramalan bintang adalah urusan ghaib, yang mana hanya Allah Ta’ala lah yang mengetahuinya. Seperti halnya dalam ramalan bintang, biasanya sering memuat ramalan-ramalan seputar jodoh, sukses dan sebagainya. Padahal rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam mewanti-wanti bahaya datang ke tukang ramal. Karena ramalan zodiak tidak jauh beda dengan para dukun tukang ramal.

Artinya : “Barangsiapa mendatangi peramal lalu bertanya kepadanya tentang sesuatu, maka tidak diterima shalatnya selama 40 hari”. [Hadits Riwayat Muslim no, 2230, kitab As-Salam, dan Ahmad no. 22711]

Maksud tidak diterima shalatnya selama 40 hari dijelaskan oleh Imam Nawawi: “Adapun maksud tidak diterima shalatnya adalah orang tersebut tidak mendapatkan pahala. Namun shalat yang ia lakukan tetap dianggap dapat menggugurkan kewajiban shalatnya dan ia tidak butuh untuk mengulangi shalatnya.” (Syarh Shahih Muslim, 14: 227).

Berkaitan dengan bintang-bintang, pada dasarnya Allah Ta’ala menciptakannya memiliki tujan yaitu; penghias langit, pelempar setan dan petunjuk arah. Selain dari itu, misalnya ramalan zodiak, maka ini termasuk yang dilarang dalam agama. Dan meyakini ramalan bintang, bisa tergolong mendatangi tukang ramal. Dab rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda ketika dikabari seseorang;

وَإِنَّ مِنَّا رِجَالاً يَأْتُونَ الْكُهَّانَ. قَالَ « فَلاَ تَأْتِهِمْ

Di antara kami ada yang mendatangi para tukang ramal”. Rasul –shallallahu ‘alaihi wa sallam– berkata, “Jangan datang tukang ramal tersebut.” (HR. Muslim no. 537).

Ramalan zodiak, yakni bagi para remaja perlu diwaspadai agar  tetap terjaga bersihnya aqidah mereka. Dan sangat penting bagi para remaja untuk terus menimba ilmu aqidah sampai benar-benar mantap, agar dengannya bisa menangkal setiap perkara yang bisa merusak/mengotori aqidahnya.

Oleh: Ustadz. Indra Kurniawan,S.Sos.I.

Share.

Leave A Reply