Penerapan Aqidah yang Bersih (Bagian 1) : Waspadai Bahaya Syirik

0

Penerapan Aqidah yang Bersih (Bagian – 1) : Mewaspadai Bahaya Syirik (sambungan dari artikel Aqidah yang Bersih)

Saudaraku, yang semoga rahmat dan kasih sayang Allah Ta’ala terlimpah kepada kita sekalian. Mari kita waspada terhadap bahaya syirik. Pribadi yang memiliki aqidah yang bersih sudah barang tentu faham perkara-perkara yang dapat mengotori aqidahnya. Dalam Islam, maklum bagi kita bahwa ia (aqidah) adalah perkara yang sangat fundamental dan setiap muslim harus memahaminya. Dan yang terpenting bagaiman muslim itu tetap menjaga agar aqidahnya tetap saliim (bersih) dari perkara-perkara yang mengotorinya. Dan salah satu hal terbesar yang bisa mengotori bersihnya aqidah adalah kesyirikan.

Syirik adalah segala hal peribadatan yang ditujukan kepada selain Allah Ta’ala, berdo’a, meminta pertolongan, beristighosah dan sebagainya. Ketika semuanya diarahkan bukan untuk Allah Ta’ala, maka dikategorikan sebagai kesyirikan, sekalipun sedikit. Sebagaimana dalam firman Nya sebagai berikut;

إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ

hanya Engkaulah yang Kami sembah, dan hanya kepada Engkaulah Kami meminta pertolongan”.(Qs. Al-Fatihah : 5)

Bahaya Syirik : Syirik Menghapus Amal

Allah ta’ala juga berfirman,

وَلَقَدْ أُوحِيَ إِلَيْكَ وَإِلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكَ لَئِنْ أَشْرَكْتَ لَيَحْبَطَنَّ عَمَلُكَ وَلَتَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ

Sungguh telah diwahyukan kepadamu dan kepada orang-orang sebelummu: Sungguh, apabila kamu berbuat syirik pasti akan terhapus seluruh amalmu dan kamu benar-benar akan termasuk golongan orang-orang yang merugi.” (QS. Az Zumar: 65)

Seberapapun besar dan banyak amalan seseorang, semuanya tidak berarti apa-apa disisi Allah Ta’ala jika bersamaan dengan itu ia tetap melakukan perkara-perkara kesyirikan. Karenanya, seseorang harus waspada terhadap perkara bahaya syirik ini. Jauh-jauh hari, sebelum diutusnya Rasulullah sholallahu ‘alaihi wasallam pun para rasul diutus memperingatkan umatnya agar menjauhi kesyirikan.

Ayat di atas menjelaskan bahwa sangat merugi bagi siapa saja yang berbuat syirik, amalannya sia-sia. Merasa telah berbuat banyak amal sholih, akan tetapi terhapus begitu saja karena melakukan amalan kesyirikan. Disangka amalannya adalah kebaikan, akan tetapi kenyataannya malah terjerumus dalam kesyirikan.

Bahaya Syirik : Syirik Merupakan Dosa yang Tidak Terampuni

Allah Ta’ala berfirman,

إِنَّ اللَّهَ لَا يَغْفِرُ أَنْ يُشْرَكَ بِهِ وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَلِكَ لِمَنْ يَشَاءُ

Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya.” (QS. An Nisa’: 48).

Siapapun orangnya, bahkan seorang nabi jika berbuat kesyirikan maka dosanya tidak diampuni oleh Allah Ta’ala jika sampai ajal menjemput belum sempat bertaubat atas kesyirikannya. Karena syirik adalah perkara yang paling dibenci oleh Alloh Ta’ala dan pelakunya diserahkan kepada Allah Ta’ala jika sampai mati belum sempat bertaubat.

Anas radiyallohu ‘anhu berkata, “ketika Nabi ditanya tentang dosa-dosa besar, beliau menjawab: “Syirik (mempersekutukan Allah), durhaka terhadap kedua ayah-bunda, membunuh jiwa manusia, dan saksi palsu.” (Dikeluarkan oleh Imam Al-Bukhari dalam kitab “Syahadat”, bab: Apa yang diucapkan dalam saksi palsu).

Bahaya Syirik : Pelaku Syirik Diharamkan Masuk Surga

Allah Ta’ala berfirman;

إِنَّهُ  مَنْ يُشْرِكْ بِاللَّهِ فَقَدْ حَرَّمَ اللَّهُ عَلَيْهِ الْجَنَّةَ وَمَأْوَاهُ النَّارُ وَمَا لِلظَّالِمِينَ مِنْ أَنْصَارٍ

Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka pasti Allah mengharamkan kepadanya surga, dan tempatnya ialah neraka, tidaklah ada bagi orang-orang zalim itu seorang penolong pun.” (QS. Al Maidah: 72).

Adapun sabda Rasululloh sholallahu ‘alaihi wasallam juga menjelaskkan sebagai berikut;

Barangsiapa yang mati dalam keadaan tidak berbuat syirik pada Allah dengan sesuatu apa pun, maka ia akan masuk surga. Barangsiapa yang mati dalam keadaan berbuat syirik pada Allah, maka ia akan masuk neraka” (HR. Muslim no. 93)

Saudaraku, mari bentengi diri kita dari hal-hal yang menjadikan kotornya aqidah kita. Mari kita terus pelajari ilmu-ilmu yang berkaitan dengan aqidah,, sehingga dengannya kita tetap memiliki aqidah yang bersih, dan dengannya bukan termasuk orang-orang yang diharamkan masuk ke dalam neraka. Akan tetapi justru sebaliknya ketika kita memiliki dalam diri kita aqidah yang lurus, termasuk orang-orang yang berhak dimasukkan ke dalam surga, bagaimanapun kondisi amal kita.

Oleh: Indra Kurniawan, S.Sos.I. (Staf Pendidik di PPM Baitussalam Prambanan)

Share.

Leave A Reply