Penerapan Aqidah yang Bersih (2): Mencari Berkah Allah

0
(Lanjutan dari artikel : Penerapan Aqidah yang Bersih (1) : Waspadai Bahaya Syirik)

Di antara bentuk pengagungan kepada Allah subhanahu wata’ala adalah bertabaruk atau mencari berkah Allah. Tentunya bagi orang yang aqidahnya bersih tidak menyia-nyiakan amalan ini. Bertabaruk adalah memohon kebaikan-kebaikan dalam segala hal, misalnya jodoh, karir atau bahkan kesehatan pada badannya. Bertabaruk merupakan salah satu amalan yang para sahabat dan salafus sholih terdahulu biasa lakukan .

Salah satu bentuk perkara yang harus diperhatikan bagi orang yang aqidahnya bersih, ketika mencari berkah Allah sudah barang tentu mencari sebab-sebab yang telah disyariatkan oleh agama. Kemudian juga mengambil contoh amaliyahnya para sahabat dan orang sholih terdahulu. Sehingga niat baiknya sejalan dengan aturan-aturan agama.

Dahulu ketika rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam masih hidup, dzat beliau yakni seluruh anggota tubuh beliau mengandung keberkahan, dari rambut, keringat bahkan sampai-sampai terhadap bekas air wudlu beliau, para sahabat berebut dalam rangka mencari berkah Allah. Demikian adalah kekhususan yang dimiliki oleh Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam. Sebagaimana dikisahkan dalam hadits sebagai berikut;

Di siang hari yang panas, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menuju tempat namanya Bitha. Beliau berwudhu kemudian melaksanakan shalat zuhur dan asar 2 rakaat. Kemudian berbondong-bondong orang mengambil air wudhu beliau dengan kedua tangannya dan mengusapkannya di wajahnya. Aku pun mengambil sisa air wudhu itu di tanganku, dan aku letakkan di wajahku. Ternyata lebih dingin dari salju dan lebih wangi dari minyak misk.” (HR. Bukhari)

Dalam hadits yang lain juga dikisahkan bagaimana rambut rasululloh sholallahu ‘alaihi wasallam dalam bisa dijadikan sarana bertabaruk.

Dari sahabat Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu. Ubaidah mengatakan,

لأن تكون عندي شعرة منه أحب إلي من الدنيا وما فيها

Andai aku memiliki rambut beliau, itu lebih aku senangi dari pada aku memiliki dunia dan seisinya.” (HR. Bukhari)

Adapun saat ini ketika rasulullah shalallahu’alaihi wasallam tidak di tengah-tengah kita, apakah sarana-sarana bertabaruk tidak ada? Berikut adalah di antara sarana-sarana yang bisa kita amalkan dalam rangka bertabaruk.

Mencari Berkah Allah dengan Al-Qur’an

Amalan ini sangat mudah, syaratnya harus bisa membaca Al-Qur’an dan niat yang kuat untuk melaksanakannya. Karena membaca Al-Qur’an bisa dijadikan sarana untuk mendapatkan keberkahan. Sebagaimana firman Allah Ta’ala sebagai berikut;

وَهَٰذَا ذِكۡرٞ مُّبَارَكٌ أَنزَلۡنَٰهُۚ أَفَأَنتُمۡ لَهُۥ مُنكِرُونَ ٥٠

Dan Al-Qur’an ini adalah suatu kitab (peringatan) yang mempunyai berkah yang telah Kami turunkan. Maka mengapakah kamu mengingkarinya?” (al-Anbiya: 50)

Di antara bentuk keberkahan Al-Qur’an adalah Al-Qur’an bisa sebagai obat bagi yang membacanya. Sebagaimana apa yang diungkapkan oleh Ibnul Qayyim al Jauziyah sebagai berikut;

Al-Qur’an adalah obat yang sempurna bagi seluruh penyakit qalbu dan jasmani, demikian pula penyakit dunia dan akhirat…”

Mencari Berkah Allah dengan Meminum Air Zamzam

Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda;

إِنَّهَا مُبَارَكَةٌ إِنَّهَا طَعَامُ طَعْمٍ

Air Zamzam itu diberkahi, dia adalah makanan yang mencukupi.” (HR.Muslim)

Dalam riwayat lain dijelaskan juga bahwasannya air Zamzam adalah obat bagi penyakit. Jelas di antara bentuk keberkahan yang didapat dengan meminum air Zamzam adalah bisa dijadikan obat bagi penyakit, karena air Zamzam adalah air yang diberkahi oleh Allah Ta’ala.

Mencari Berkah Allah dengan Waktu-waktu Tertentu

Banyak waktu-waktu yang Alloh Ta’ala tentukan yang bisa dijadikan sarana untuk bertabaruk, misalnya malam Lailatul qadar, hari Arafah, sepertiga malam, hari Jum’at dan sebagainya. Sebagaimana  sabda Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam berkaitan dengan waktu-waktu yang diberkahi.

Robb Tabaraka Wata’ala turun pada setiap malam ke langit dunia ketika tersisa sepertiga malam terakhir. Allah Ta’ala berfirman: “siapa yang berdo’a kepada-Ku, Aku akan mengabulkannya. Siapa yang minta kepada-Ku, aku akan memberinya, dan siapa yang meminta ampun kepada-Ku, Aku akan mengampuninya”. (HR. Bukhari)

Dan masih banyak lagi sarana-sarana yang bisa kita lakukan dalam rangka mencari berkah Allah (bertabarruk). Yang tentunya harus kita hindari sarana-saranya yang bisa membuka celah kesyirikan. Kita tahu bahwa sedikit saja celah kesyirikan terbuka bisa mengotori bersihnya aqidah kita.

(Bersambung ke artikel :Penerapan Aqidah yang Bersih (3) : Tidak Meyakini Kesialan)

Oleh: Indra Kurniawan, S.Sos.I. (Staf Pendidik di PPM Baitussalam)
Editor : Mas Cah

 

Share.

Leave A Reply