Menjadi Muslim yang Cerdas dengan Literatur dan Literasi

0

Menjadi Muslim yang Cerdas dengan LITERATUR & LITERASI

(Karena Islam adalah Agama Pembelajar)

Kita semua sebagai orang muslim sepakat dan meyakini bahwasanya islam adalah agama yang sempurna. Segala aturan dalam hidup diatur dalam agama yang sempurna ini. Bukan hanya masalah-masalah besar, namun juga dari masalah kecilpun aturan dan hukum dalam islam berlaku. Hukum-hukum apa sajakah itu? Mari senantiasa semangat untuk mencari tahu terkait setiap hukum yang berlaku dalam islam. Karena sejatinya menjadi muslim yang cerdas adalah suatu keharusan.

Nahh, begitulah, Islam ini adalah agama yang pemeluknya senantiasa belajar dan menghargai ilmu. Di dalam Islam, mempelajari ilmu agama dinilai sebagai ibadah dan mendapat pahala yang besar.

Itulah sebabnya Rasulullah shallallohu ‘alaihi wa sallam  mengingatkan pada kita,

طَلَبُ الْعِلْمِ فَرِيْضَةٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ.

“Menuntut ilmu itu wajib atas setiap Muslim.” (HR. Ibnu Majah no. 224)

Bahkan segala cara atau jalan untuk mencapai ilmu dibalasi dengan kemudahan menuju surga, tempat yang diimpikan dan kembalinya orang-orang beriman.

مَنْ سَلَكَ طَرِيقًا يَلْتَمِسُ فِيهِ عِلْمًا، سَهَّلَ اللهُ لَهُ بِهِ طَرِيقًا إِلَى الْجَنَّةِ

“Barangsiapa yang meniti suatu jalan untuk mencari ilmu, maka Allah memudahkan untuknya jalan menuju Surga.” (HR. Muslim no. 2699, Abu Dawud no. 3643, Tirmidzi no. 2646)

Dan termasuk di dalamnya semua kegiatan yang berkaitan untuk mendapat ilmu agama, semisal:

Ini semua membuat kita berpikir, bahwasanya orang muslim yang tidak mau belajar agama berarti tidak memenuhi ciri khas dari agamanya sendiri, yaitu Agama Pembelajar. Karena itu, marilah kita semua menanamkan semangat dalam diri kita untuk bisa menjadi muslim yang cerdas.

PENTINGNYA LITERATUR & LITERASI DI DALAM ISLAM

Rasulullah shallallohu ‘alaihi wa sallam mengajarkan pada kita sebuah doa yang dibaca selepas shalat Subuh,

اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا، وَرِزْقًا طَيِّبًا، وَعَمَلًا مُتَقَبَّلًا

“Ya Allah Aku memohon kepada-Mu ilmu yang bermanfaat, rizki yang thayyib, dan amal yang diterima.” (HR. Ibnu Majah no. 925).

Doa yang singkat tapi penuh makna. Namun perlu diketahui, bukan berarti ketika Allah berkehendak mengabulkan doa ini, itu akan datang dengan tiba-tiba selepas baca doa tersebut kita menjadi alim/pintar di dalam perkara agama. Bukan, tentu bukan seperti itu. Karena Allah akan memudahkan jalannya lewat sebuah proses yaitu dengan diri kita sendiri yang berkeinginan untuk menuntut ilmu agama. Seseorang tidaklah terlahir langsung dalam keadaan berilmu, melainkan ilmu bisa didapatkan dengan belajar.

Dan modal belajar yang sangat penting adalah LITERATUR dan LITERASI yang kualitasnya baik dan kuantitasnya besar.

Secara istilah, Literatur adalah bahan atau sumber ilmiah yang biasa digunakan untuk membuat suatu karya tulis atau pun kegiatan ilmiah lainnya. Sedangkan, Literasi adalah kemampuan seseorang dalam mengolah dan memahami informasi saat melakukan proses membaca dan menulis.

Jadi bisa disimpulkan terkait tulisan ini adalah, literatur sebagai rujukan di dalam belajar agama dan literasi adalah kemampuan untuk memahami rujukan tersebut serta menuangkannya kembali ketika berdakwah.

Dua hal tersebut (literatur dan literasi) merupakan komponen yang sangat penting bagi muslim yang sedang mempelajari ilmu agama dan berdakwah. Sebagaimana telah dicontohkan oleh para alim ulama kita. Ada di antara para ahli ilmu yang waktunya senantiasa digunakan untuk menelaah buku literatur yang mereka miliki. Bahkan ada beberapa ulama menghabiskan banyak waktu untuk mempelajari literatur (buku) hingga keluarganya merasa cemburu pada buku-buku yang mereka miliki. Dan masih banyak lagi kisah-kisah yang dicontohkan oleh para ulama-ulama umat Islam di masa lalu maupun sekarang mengenai hebatnya mereka dalam mengkaji literatur. Sungguh sangat menyenangkan jika kita semua senantiasa bisa mengikuti jejak beliau-beliau para alim ulama.

Kurangnya literatur dan literasi bisa menyebabkan beberapa dampak yang kurang baik dalam kehidupan, terutama dalam berdakwah semisal ; (1) Bermudah-mudahan melakukan takwil terhadap dalil (ayat dan hadits), (2) memunculkan pendapat-pendapat nyeleneh/asing di dalam perkara agama, (3) kurang adab terhadap para ahli ilmu di dalam agama ini.

Semoga Allah memberikan semangat dan jalan yang mudah bagi kita untuk senantiasa memperbanyak literatur dan meningkatkan literasi yang kita miliki. Semoga kita bisa senantiasa mengingat selalu apa yang sudah pernah di sabdakan oleh nabi kita Muhammad shallallohu ‘alaihi wa sallam,

“Berapa banyak orang yang membawa (memiliki) ilmu agama menyampaikan (ilmu tersebut) kepada orang yang lebih paham daripada dirinya, dan terkadang orang yang membawa ilmu agama tidak memahami (ilmu yang dimilikinya)” (HR. Abu Dawud no. 3660, Tirmidzi no. 2656)

Pesan indah agar kita terus menerus melatih literasi kita sebagai muslim pembelajar. Banyak membaca kitab-kitab, mendengarkan para alim ulama, berusaha keras memahami dan menyimpulkan serta beramal dengan ilmu tersebut.

Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala memberikan kepada kita semua kemudahan untuk senantiasa memperbaiki diri, salah satunya bisa menjadi muslim yang cerdas.

Ditulis Oleh: Pinisiatri

Share.

Leave A Reply