Mari Menjaga Amanah

0

Islam adalah agama rahmatan lil ‘alamin. Kemanfaatannya tidak hanya dinikmati oleh kaum muslimin saja, akan tetapi non muslim juga bisa merasakannya. Di antara bukti bahwa Islam agama rahmatan lil ‘alamin adalah perintah bagi kaum muslimin untuk menjaga amanah apapun yang diembannya.

Perintah untuk Menjaga Amanah

إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُكُمْ أَن تُؤَدُّوا الْأَمَانَاتِ إِلَىٰ أَهْلِهَا وَإِذَا حَكَمْتُم بَيْنَ النَّاسِ أَن تَحْكُمُوا بِالْعَدْلِ ۚ إِنَّ اللَّهَ نِعِمَّا يَعِظُكُم بِهِ ۗ إِنَّ اللَّهَ كَانَ سَمِيعًا بَصِيرًا﴿٥٨﴾

Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanah kepada yang berhak menerimanya, dan (menyuruh kamu) apabila menetapkan hukum di antara manusia supaya kamu menetapkan dengan adil. Sesungguhnya Allah memberi pengajaran yang sebaik-baiknya kepadamu. Sesungguhnya Allah adalah Maha mendengar lagi Maha Melihat.” (QS. An-Nisa’: 58)

Di ayat yang lain juga Allah subhanahu wata’ala berfirman,

إِنَّا عَرَضْنَا الْأَمَانَةَ عَلَى السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَالْجِبَالِ فَأَبَيْنَ أَن يَحْمِلْنَهَا وَأَشْفَقْنَ مِنْهَا وَحَمَلَهَا الْإِنسَانُ ۖ إِنَّهُ كَانَ ظَلُومًا جَهُولًا﴿٧٢﴾

Sesungguhnya kami Telah mengemukakan amanah kepada langit, bumi dan gunung-gunung, maka semuanya enggan untuk memikul amanah itu dan mereka khawatir akan mengkhianatinya, dan dipikullah amanah itu oleh manusia. Sesungguhnya manusia itu amat zhalim dan amat bodoh,” (QS. Al-Ahzab: 72).

Asy Syaikh al Mubarakfuri berkata, ”(Amanah) adalah segala sesuatu yang mewajibkan engkau untuk menunaikannya

مَا خَطَبَنَا نَبِيُّ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، إِلاَّ قَالَ: لاَ إِيْـمَانَ لِمَنْ لاَ أَمَانَـةَ لَهُ، وَلاَ دِيْـنَ لِمَنْ لاَ عَهْدَ لَـهُ

Tidaklah Nabiyullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkhutbah kepada kami, melainkan beliau bersabda: “Tidak ada iman bagi orang yang tidak memiliki (sifat) amanah, dan tidak ada agama bagi orang yang tidak menepati janjinya. (As Silsilah as Shahihah, karya al Albani (1332-1420 H)

Contoh Amanah dalam Sejarah

Berikut ini di antara contoh dalam sejarah berkaitan dengan sifat amanah. Rasulullah shaallahu ‘alaihi wasallam terpilih untuk mendamaikan orang-orang Quraisy Mekkah ketika terjadi perselisihan dalam peletakkan hajar aswad menuju ka’bah. Begitu juga nabi Yusuf ‘alaihissalam. Beliau terpilih menjadi bendahara kerajaan Mesir.  Selain itu masih banyak kisah menarik lainnya tentang orang-orang yang memiliki sifat amanah.

Amanah dan Tanda-tanda Kiamat

Betapa pentingnya sifat amanah, sampai-sampai salah satu tanda datangnya hari kiamat adalah ketika amanah sudah disia-siakan. Diriwayatkan dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu dia berkata, “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

إِذَا ضُيِّعَتِ اْلأَمَانَةُ فَانْتَظِرِ السَّاعَةَ. قَالَ: كَيْفَ إِضَاعَتُهَا يَا رَسُولَ اللهِ؟ قَالَ: إِذَا أُسْنِدَ اْلأَمْرُ إِلَى غَيْرِ أَهْلِهِ فَانْتَظِرِ السَّاعَةَ

Jika amanah telah disia-siakan, maka tunggulah hari Kiamat’. Dia (Abu Hurairah) bertanya, ‘Wahai Rasulullah, bagaimanakah menyia-nyiakan amanah itu?’ Beliau menjawab, ‘Jika satu urusan diserahkan kepada bukan ahlinya, maka tunggulah hari Kiamat!” (HR. Bukhari)

Tidak sepantasnya orang yang beriman menyia-nyiakan amanah yang diembannya.

Bersambung ke artikel: Mari Menjaga Amanah (Bagian 2)

Oleh: Ustadz Indra Kurniawan, S.Sos.I (staf pendidik di Pondok Pesantren Modern Baitussalam)

Share.

Leave A Reply