Indahnya Penantian

0
INDAHNYA PENANTIAN; (Keterkabulan Doa)

Dalam hidup, sudah sangat wajar bila manusia memiliki banyak keinginan atau harapan. Dari anak-anak, orang dewasa atau bahkan para orang tua. Semakin tambah usia, semakin banyak anggota keluarga, semakin banyak pula keinginan dan harapan. Kita tak menyadari bahwa antara doa dan realisasinya adalah masa indahnya penantian. Pun tidak jarang, kita sebagai orang tua mendengarkan dan melihat anak-anak kita merengek meminta sesuatu yang mereka inginkan. Merengek meminta tas baru, seragam baru karena seragamnya sudah kekecilan, atau meminta sepatu baru karena sudah rusak dan lainnya.  “Abi/Umi sepatuku ujungnya sudah bolong, bagian depannya mangap, temanku ada yang mengejek. Aku malu, beliin yang baru dong Bi!”

Rengekan anak-anak ketika meminta sesuatu yang mereka ingini itu sebenarnya adalah kesempatan bagi kita untuk menanamkan pendidikan tauhid sejak dini.

“Minta sama Alloh Nak, Berdoa. Insya Alloh Abi/Umi bisa belikan sepatu yang baru”.

Jawaban seperti ini bukanlah kalimat hiburan semata atau bahkan ketidakberdayaan, bukan. Namun kalimat ini mengingatkan wasiat emas Rasulullah Shollallahu ‘alaihi wasallam kepada sepupu beliau Abdullah bin Abbas yang waktu itu masih berumur sekitar 8-10 tahun ketika Ibnu Abbas dibonceng dibelakang nabi. Salah satu kalimatnya adalah “Jika kamu meminta, maka mintalah kepada Allah. Jika kamu meminta pertolongan, minta tolonglah kepada Allah”. (Hadist lengkap tentang hadist ”Jagalah Allah, Niscaya Allah menjagamu”).

Salah satu pendidikan tauhid yang pantas kita ajarkan kepada anak-anak kita sejak dini. Bukan berlaku buat anak-anak saja, namun berlaku pula buat kita para orang dewasa. Minta kepada Allah maksudnya berdoa kepada Allah. Seperti yang Allah firmankan;

وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ  Dan Tuhanmu berfirman: “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku perkenankan bagimu (QS. Al Mu’min; 60).

Karena Doa adalah ibadah, dan Doa merupakan ibadah yang ringan tapi mulia bagi Allah. Meminta kepada Allah dan tidak minta kepada makhluk-Nya itu diperintahkan Allah, karena permintaan mengandung makna penampakan kehinaan dan kebutuhan sang peminta. Kehinaan dan merasa butuh tidak layak ditampakkan kecuali kepada Allah saja.

Para ulama-ulama yang bersinar dan harum namanya sampai sekarang, salah satunya adalah karena doa dari para ibu mereka. Teringat kisah Muhammad bin Isma’il atau yang terkenal dengan Imam Al Bukhari ketika kecilnya beliau buta kedua matanya. Dan karna doa sang Ibunda tercinta, Allah telah mengembalikan penglihatan anaknya karena doa beliau.

Wasiat yang lain dari Rasulullah kepada Ibnu Abbas adalah “dan jika engkau minta tolong, minta tolonglah kepada Allah”.  Nasehat emas pula bagi kita umat nabi Muhammad. Memohon pertolongan kepada Allah mempunyai faedah tidak ada yang bisa membantu manusia dalam beribadah kepada Allah melainkan Allah juga. Maka dari itu, pernah Rasulullah mewasiatkan kepada Mu’adz bin Jabal agar selalu berdzikir sesudah sholat dengan membaca;

اَللّهمَّ اَعِنِّيْ عَلىَ ذِكْرِكَ وَشُكْرِكَ وَحُسْنِ عِبَادَتِكَ

“Ya Allah, tolonglah/mudahkanlah aku dalam berdzikir kepada-Mu, bersyukur kepada-Mu, dan membaguskan ibadah kepada-Mu”.

Masih mau meremehkan Doa, Sementara dalil Al Qur’an dan Hadist sudah sangat jelas? Seorang hamba pasti memerlukan bantuan Allah. Hanya butuh kesabaran untuk kita mendapatkan apa yang kita pinta dalam doa. Lebih penting manakah dalam doa, antara keterkabulan atau keintiman dengan Tuhan? Jika keterkabulan lebih penting, maka akan muncul dihati setitik noktah kekecewaan saat merasa doa tak jua dikabulkan.

Semoga kita semua termasuk hamba Allah yang senantiasa meminta hanya kepada-Nya tanpa pernah merasa lelah.

Ditulis oleh: Pinisiatri

Share.

Leave A Reply