Idealisme Pesantren Modern di Prambanan

0

Mengenyam pendidikan di pesantren modern untuk saat ini adalah kebutuhan. Sebuah alasan yang tepat untuk menjawab kenapa harus di pesantren adalah karena tuntutan zaman. Kondisi di mana saat ini generasi muda khususnya generasi muslim telah dirongrong dari segala arah budaya-budaya yang mengotori aqidah dan akhlaqnya. Satu pilihan tepat jika orang tua harus memilih menyekolahkan di pesantren modern, demi keselamatan diri dan agamanya.

Untuk saat ini, telah ada pesantren-pesantren yang menamakan dirinya ”pesantren modern”, yaitu pesantren yang mencoba berkompromi dengan perubahan zaman tapi mengedepankan nilai-nilai Islam dalam kesehariannya. Berkompromi dengan teknologi yang berarti bahwa perkembangan zaman yang diiringi kemajuan teknologi, pesantren tetap mengikuti dan mengedepankan nilai-nilai Islam, maksudnya adalah apapun kondisi zamannya, Islam tetap menjadi pegangan. Untuk itu, pesantren yang berkualitas tentunya punya idealisme tersendiri agar kiprahnya dalam dunia pendidikan Islam tetap eksis dan mendapat tempat di hati kaum muslimin. Karenanya, dengan kuatnya sebuah pesantren memegang idealismenya, akan menjadi ikon tersendiri yang dengannya orang akan mengenal karena idealisme yang dianutnya.

Apa saja bentuk idealisme yang harus dimiliki sebuah pesantren modern? Berikut sedikit uraiannya;

  1. Terdepan dalam ibadah

Tidak diragukan lagi, setiap orang tua yang menyekolahkan anaknya ke pesantren tidak lain dan tidak bukan adalah agar anaknya menjadi sholih dan sholihah. Bisa jadi banyak orang tua mampu untuk menyekolahkan di sekolah-sekolah umum yang bergengsi, akan tetapi demi kebaikan agama anak-anaknya mereka sekolahkan di sekolah lingkungan pesantren. Salah satu contoh adalah orang tua mana yang tidak bangga melihat anak-anaknya rajin sholat? Kebahagiaan orang tua semacam ini tidak ada bandingannya dan tidak bisa ditukar dengan apapun. Betapa banyak orang yang sedih melihat anak-anaknya dan mereka tidak berdaya untuk menjadikan anak-anaknya sholih karena terlanjur termakan oleh pergaulan ataupun lingkungan yang salah.

عن أبي عبد الرحمن عبد الله بن مسعود رضي الله عنه قال سألت النبي صلى الله عليه وسلم أي العمل أحب إلى الله تعالى قال الصلاة على وقتها قلت ثم أي قال بر الوالدين قلت ثم أي قال الجهاد في سبيل الله متفق عليه

Dari Abu Abdirrahman iaitu Abdullah bin Mas’ud radiyallohu ‘abhu katanya: Saya bertanya kepada Nabi s.a.w.: “Manakah amalan yang lebih tercinta di sisi Allah?” Beliau menjawab: “yaitu shalat menurut waktunya.” Saya bertanya lagi: “Kemudian apakah?” Beliau menjawab: “Berbakti kepada orang tua.” Saya bertanya lagi: “Kemudian apakah?” Beliau menjawab: “Yaitu berjihad fisabilillah.” (Muttafaq ‘alaih).

Kebanggan tentunya bagi setiap orang tua, zaman yang sudah dikepung oleh budaya asing yang seluruhnya membawa potensi bagi moral anak-anak kaum muslimin, akan tetapi ketika ada anak yang mampu istiqomah menjalankan syariat Islam, itu adalah keistimewaan. Orang tua mana yang tidak bangga memiliki anak yang sholih saat ini?

يَأْتِي عَلَى النَّاسِ زَمَانٌ القَابِضُ عَلَى دِيْنِهِ كَالْقَابِضِ عَلَى الْجَمْرِ

akan datang kepada manusia suatu zaman, orang yang berpegang teguh pada agamanya seperti orang yang menggenggam bara api.” (HR. Tirmidzi).

Sungguh berat berpegang teguh di jalan Alloh terlebih bagi generasi muda. Semua fasilitas-fasilitas kemaksiatan bagi mereka mengelilingi mereka. Acara-acara tv, musik-musik yang melenakan dan gaya hidup yang kesemuanya melambai-lambai bagaikan “kupu-kupu malam” menawarkan jasanya. Sunggu jika ada saat ini anak-anak kaum muslimin yang mampi berpegang teguh dengan syairiat Islam, tentu sangat berbahagia orang tua yang melahirkannya.

  1. Terdepan dalam Akhlaq

Sebagai muslim yang baik tentunya masalah akhlaq tidak bisa dipisahkan dalam setiap aktifitas ibadahnya. Akhlaq adalah ciri kesempurnaan seorang muslim ketika bersamanya menjalankan kewajiban-kewajiban yang tertuang dalam rukun Islam. Akhlaq adalah indikator kebaikan seseorang, dan ibadah indikator keimanan seseorang. Intinya ibadah dan akhlaq harus berjalan beriringan, dan salah satunya tidak bisa ditinggalakan. Rosululloh sholallohu ‘alaihi wasallam bersabda;

أكْمَلُ المُؤمِنِينَ إيمَاناً أحْسَنُهُمْ خُلُقاً

Orang beriman yang paling sempurna imannya adalah yang paling baik diantara mereka akhlaknya.” (HR Tirmidzi, ia berkata: hadis hasan shahih)

Akhlaq adalah keutamaan, ibarat taman ia adalah bunganya dan ibarat bunga ia adalah kelopak dan putiknya. Akhlaq akan mengantarkan seseorang kepada keindahan perilaku seseorang jika ia baik. Baik tutur katanya, perilakunya dan baik dalam segala hal yang kesemuanya jika orang menilai Islam terhadapnya Islam itu indah. Karenanya setiap orang yang ada bersamanya akan senang dan bahkanmerasa ingin selalu bersamanya karena bagusnya akhlaq yang dimilikinya. Ada hal yang memberi pengaruh besar terhadap baik dan buruknya akhlaq seseorang terkhusus akhlaq anak-anak kaum muslimin, yang tidak lain adalh lingkungan. Salah satu upaya yang sebisa mungkin meminimalisir rusaknya pergaulan adalah lingkungan pesantren. Sebuah kondisi di mana dalam kesehariannya sarana-sarana yang memungkinkan masuknya dunia luar bisa sekecil mungkin diantisipasi, pergaulan bebas misalnya.

Rosullloh sholallohu ‘alaihi wasallam bersabda:

مَثَلُ الْجَلِيسِ الصَّالِحِ وَالسَّوْءِ كَحَامِلِ الْمِسْكِ وَنَافِخِ الْكِيرِ فَحَامِلُ الْمِسْكِ إِمَّا أَنْ يُحْذِيَكَ وَإِمَّا أَنْ تَبْتَاعَ مِنْهُ وَإِمَّا أَنْ تَجِدَ مِنْهُ رِيحًا طَيِّبَةً وَنَافِخُ الْكِيرِ إِمَّا أَنْ يُحْرِقَ ثِيَابَكَ وَإِمَّا أَنْ تَجِدَ رِيحًا خَبِيثَةً

Perumpamaan teman yang baik dan yang buruk adalah seperti pemilik minyak misk dan pandai besi. Jika engkau tidak dihadiahkan minyak misk olehnya, engkau bisa membeli darinya atau minimal dapat bau harumnya. Adapun pandai besi, mungkin akan membakar pakaianmu, atau engkau dapat bau yang tidak enak.” (HR. al-Bukhari, no. 5534).

Karenanya, apa yang menjadi penghalang saat ini para orang tua menyekolahkan anaknya ke pesantren demi terjaganya akhlaq anak-anaknya? Tidakkah mereka memikirkan masa depan diri dan agama anaknya? Sungguh masih banyak didapati para orang tua yang khawatir anaknya tidak sukses untuk prestasi dunianya, akan tetapi bersantai-santai ketika anak-anaknya tidak mengenal agamanya. Wallohu musta’an.

  1. Terdepan dalam Prestasi

Islam adalah agama yang tidak membenci teknologi, sampai batas mana manusia berfikir dalam hal kemajuan teknologi Islam tidak membatasinya. Untuk itu sungguh peluang besar kaum muslimin berperan dalam memajukan agama melalui teknologi. Saat ini memajukan agama dengan teknologi adalah kebutuhan. Dengan teknologi kemudahan-kemudahan pendukung ibadah akan bisa terealisasi, salah satunya kemudahan sarana dalam berdakwah.

Rosululloh sholallohu ‘alaihi wasallam bersabda ketika ditanya oleh orang badui,” wahai rosululloh, ajarkan aku bagaimana cara bercocok tanam”. Kemudian beliau menjawab dengan hadits singkat tapi sarat makna (jawami’ul kalam);”

انتم اعلم بامور دنيكم

Engkau lebih tahu tentang urusan duniamu.” (HR. Baihaqi). 

Kita dapati dalam sejarah, para pendahulu kita dari kaum muslimin telah membuat penemuan-penemuan yang sangat fenomenal. Karya-karya mereka menjadi bukti bahwa mereka mempunyai prestasi bukan hanya dalam hal kualitas ibadah, akan tetapi mereka berprestasi dalam bidang teknologi. Tidak cukup kesempatan ini mencatat satu-persatu siapa mereka yang telah tercatat dalam sejarah karena prestasinya.

Pondok pesantren modern dengan sekian banyak kegiatan dan pilihan ekstra kurikulernya mencoba mengarahkan apa yang menjadi bakat para santrinya. Pesantren modern memiliki program-program yang disediakan untuk mengarahkan minat para santrinya  untuk mengejar prestasi, dari masalah keagamaan ataupun masalah prestasi keduniaannya pula. Untuk itu, pesantren untuk saat ini bukan pilihan terakhir ataupun sebagai pilihan cadangan. Akan tetapi sudah selayaknya menjadi tujuan utama para orang tua untuk menyekolahkan-anak anaknya. Pesantren tempat di mana anak-anak kaum muslimin menemukan jati diri sebenar-benarnya sebagi muslim sejati. Ditunggu, para orang tua yang menyekolahkan anak-anaknya di pesantren, salah satunya  Pondok Pesantren Modern Baitussalam Prambanan, demi kebaikan diri dan agama putra-putrinya. Wallohu a’lam.

oleh: Indra Kurniawan, S.Sos.I.

Share.

Leave A Reply