Bahaya Futur

0

Tidak henti-hentinya kita mensyukuri ni’mat Allah Ta’ala, tak terhingga banyaknya Allah Ta’ala berikan ni’mat kepada kita. Kita bertahmid, kita bergerak, kita beraktifitas karena Allah Ta’ala dan begitulah hakikat syukur kita. insyaAllah akan terus menambah keni’matan-keni’matan kita dengan keni’matan yang lain. Jangan sampai kita menjadi orang yang mengkufuri ni’mat Allah Ta’ala, karena Allah Ta’ala mengancam dengan siksaan yang pedih.

Allah Ta’ala berfirman dalam surat Al Imran sebagai berikut;

وكاين من نبي قاتل معه ربيون كثيرفما وهنوا لما اصابهم في سبيل الله وما ضعفوا وما ستكانوا والله يحب الصابرين

Dan berapa banyak nabi yang berperang bersama sejumlah besar dari(pengikutnya) yang bertaqwa. Mereka tidak menjadi lemah karena bencana yang menimpa menimpa mereka di jalan Allah, dan tidak lesu dan tidak pula menyerah. Allah menyukai orang-orang yang sabar”( QS.Ali Imran : 146)

Fenomena hidup, manusi mengalami futur, mengalami kemandegan. Futur adalah berhenti setelah melakukan perjalanan. Berjalan kemudian mengalami kemandegan.dan itu memang karena manusi abukan malaikat. Berbeda dengan malaikat yang bertasbih siang dan malam tidak kenal lelah.

يسبحون اليل والنهار لا يفترون

Mereka selalu bertasbih malam dan siang tiada hendti-hentinya”(QS. Al anbiya : 20)

Akan tetapi manusia itu ada saatnya mengalami kemandegan-kemandegan. Namun bagaimana mengatasi itu, kemandegan dalam masalah aqidah biasanya mengabaikan dalam hal yang berkaitan dengan tujuan, dalam orientasi hidupnya, Ini kadang menimpa pada seseorang ketika tujuan itu beralih. Ini mengenai pada masalah aqidah. Karena tujuannya(ittijah) berbeda, yaitu yang dikuasai oleh masalah-masalah duniawi.

Senantiasa, mari kita senantiasa memperbahuarui keikhlasan, muah-mudahan dengan keikhlasan tidak terjerumus dalam kefuturan dalam urusan ittijah ini. Begitu juga salah orientasi dalam urusan ibadah, karena kurangnya indibath, dalam urusan ibadah meremehkan, melalaikan. Salah satu contohnya adanya anggapan “ah tidak mengapa tidak sholat berjamaah sekali-kali dan seterusnya…”. Hal ini menjadi tanda bahwa ia mengalami salah satu kefuturan yang akhirnya mengalami kemandegan-kemandegan dalam urusan ibadah, begitu juga dalam urusan fikrah yang mandeg, dan menimpa juga dalam urusan-urusan yang lainnya.

Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam mengajarkan kepada kita dengan doa ;

اللهم اني اسئلك خير عمري اخره وخير عملي خواتمه وخير ايامي يوم القاك

Doa tersebut selalu kita baca agar kita hidup diakhiri umur kita dengan baikdan diakhiri dengan malan-amalan yang baik  ditutup dengan amalan-amalan yang baik. Doa tersebuat merupakan harapan kita, jangan sampai ketika kita futur ditutup usia kita. Atau bagaimana kita terus melakukan apa yang disabdakan oleh rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam sebagia berikut;

Artinya:” Alloh Ta’ala menyukai satu amalan yang adwamuha(kontinuitas), rutinitasnya bukan banyaknya.

Bagaimana hidup kita ada kontinuitas, ada beberapa hal yang  menyebabkan futur. Di antaranya dalah;

  1. Tasyaddud (berlebih-lebihan),keras dalam beragama. Dalam hal urusan agama, terlalu kaku. Biasanya yang bersifat karas mudah putus. Salah satu contohnya tidak terlalu kaku dalam berpendapat.
  2. Berlebihan dalam urusan yang mubah. Seperti halnya makan hukumnya mubah, akan tetapi kalau terlalu banyak akan menjadi kegemukan. Tidur, juga hukumnya boleh akan tetapi kalua kebanyakan tidur menjadikan future, menjadikan lesu, menjadikan lemah.
  3. Infiradiyah dalam bekerja, tidak mengacu pada komunutas, tidak terkoordinir dengan baik, kematangan dalam tandzim juga diabaikan. Selalu dalam bekerja seenaknya sendiri. Yang penting bekerja, akan tetapi mengalami benturan-benturan.
  4. Sedikit mengingat akhirat, karena akhirat itu yang memacu kita dan memotivasi kita. Karena apa yang kita cari kalua bukan pahala dari Allah Ta’ala, surganya Allah Ta’ala.
  5. Lupa amalan-amalan dalam harian, aktifitas ibadah. Apakah itu shalat tahajud, sholat duha, witir dan seterusnya.
  6. Masuknya barang-barang haram dalam perut kita, yang itu juga akan mempengaruhi dalam amaliyah kita, maka yang terjadi adalah kefuturan.
  7. Mushahabah dalam bergaul dengan kmonutias yang tidak baik, ini juga menyebabkan penularan, suul khuluq. Dan alhamdulillah jika kita sudah mempunyai komunitas yang baik. Dan hendaknya terus kita jaga dan senantiasa saling memotivasi di antara sesama.
  8. Kemaksiatan harus kita hindarkan, jangan sampai kita remehkan.

Semoga kita diberi taufiq dan hidayah oleh Allah Ta’ala agar senantiasa diberikan  keistiqomahan dalam beramal shalih.

Oleh: KH Abdul Hakim AKA

 

 

 

 

 

 

 

Share.

Leave A Reply