Aqidah yang Bersih – Pesantren Terbaik Jogja

0

Aqidah yang Bersih — Islam datang memberi pencerahan bagi ummat manusia, memberi tuntunan bagaimana cara menjalani hidup dan sekaligus memberi arahan apa tujuan sesungguhnya hidup di dunia ini. Kita tahu tentunya sebagi muslim, hidup di dunia bukanlah semata-mata makan, minum, tidur ataupun memperbanyak keturunan. Akan tetapi hakikat kita diciptakan oleh Allah subhanahu wata’ala di dunia ini semata-mata untuk beribadah kepada Allah subhanahu wata’ala. Sebagaimana dalam firman Nya;

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالإنْسَ إِلا لِيَعْبُدُونِ (٥٦

tidaklah Aku ciptakan jin dan manusia melainkan untuk beribadah” (QS. Adz-Dzariyat:56)

Itulah kita, aktifitas ibadah kita menjadi pembeda dengan makhluk-makhluk Allah subhanahu wata’ala yang lain semisal hewan dan tumbuh-tumbuhan. Dan dengan ibadah ini seseorang menjadi mulia di hadapan Allah subhanahu wata’ala. Sebagaimana dalam firman Nya;

ان اكرمكم عند الله اتقاكم

sesungguhnya orang yang paling mulia di sisi Allah adalah yang paling taqwa di antara kalian” (QS. Al-Hujurat : 13).

Berbicara tentang ibadah, artinya manusia memiliki hubungan khusus dengan Allah subhanahu wata’ala. Untuk itu, hubungan khusus tersebut erat kaitannya dengan permasalahan aqidah. Dengan aqidah ini seseorang faham bagaimana cara bermuamalah yang benar dengan Allah subhanahu wata’ala. Faham terhadap apa yang diinginkan Allah subhanahu wata’ala dan faham terhadap apa yang paling dibenci oleh Allah subhanahu  wata’ala.

Untuk dua hal tersebut, Allah subhanahu wata’ala mengutus para rasul Nya. Menjelaskan sejelas-jelasnya kepada manusia agar faham siapa Allah subhanahu wata’ala, sekaligus faham apa yang diinginkan dan apa yang paling dibenci Nya, itulah yang dinamakan dakwah tauhid. Dan dakwah para nabi semua mengajarkan kepada tauhid. Dan dengan tauhid inilah manusia bisa baik muamalahnya terhadap Allah subhanahu wata’ala.

Dakwah kepada tauhid. Itulah yang dikatakan sebagai dakwah kepada aqidah yang bersih, mengajak agar menjadikan Allah subhanahu wata’ala saja yang disembah. Dan membuang jauh-jauh sesembahan yang lainnya. Dan itu  merupakan wujud dari pengamalan syahadat kita yakni ”laa ilaaha illallaahu”. Orang yang memiliki aqidah yang bersih adalah orang yang mentauhidkan Allah subhanahu wata’ala.

Sekali lagi, kunci dari muslim yang memiliki aqidah yang bersih adalah dia faham akan makna syahadat itu sendiri. Adapun sesorang yang faham makna laa ilaaha illallaah harus faham dua hal. Yaitu menetapkan bahwa Allah subhanahu wata’ala saja yang berhak disembah, kemudian berikutnya harus menafikan adanya sembahan-sembahan selain Allah subhanahu wata’ala.

Dengan aqidah yang bersih menjadi kuat pondasi agama seseorang. Dengan saliimul aqidah seseorang menjadi baik muamalahnya dengan Allah subhanahu wata’ala dan dengan bersihnya aqidah umat Islam akan mulia. Sebagaimana firman Allah subhanahu wata’ala sebagai berikut;

ان تنصر الله ينصركم ويثبت اقدامكم

jika kalian menolong agama Alloh, maka Allah akan menolong kalian” (QS.Muhammad:7)

Perjalanan panjang dakwah Rosulullah sholallahu ‘alaihi wasallam periode Mekkah dan Madinah (23 Tahun) diawali dengan dakwah agar manusia mengenal aqidah yang bersih. Karena pengenalan terhadap Allah subhanahu wata’ala dengan sebenar-benarnya pengenalan, mampu mengantarkan pada pribadi-pribadi yang kokoh dalam memegang tali agama Islam. Karena aqidah yang selamat adalah pondasi seseorang dalam beragama.

Karenanya, sejarah membuktikan bahwa kemenangan-kemenangan sepanjang sejarah yang dialami oleh kaum muslimin terdahulu kuncinya ada pada bersihnya aqidah. Sekalipun jumlah kaum muslimin dalam setiap peperangan ketika itu mayoritasnya tidak lebih banyak dari musuh-musuh Islam.

Agama Islam adalah agama tauhid, dan ketika tauhid sudah menghujam ke dalam dada-dada kaum muslimin, berarti seseorang itu sudah memiliki aqidah yang bersih. Dan kemudian juga, tauhid adalah pokok dari kemuliaan Islam itu sendiri. Semoga kita sekalian termasuk orang yang memiliki aqidah yang bersih. Yang dengannya kita menjadi ummat yang mulia, ummat yang bisa mengantarkan Islam pada kejayaan kembali. InsyaAllah.

(Bersambung ke artikel Penerapan Aqidah yang Bersih (Bag. 1))

Oleh : Indra Kurniawan, S.Sos.I. (Staf Pendidik di PPM Baitussalam Prambanan)

Share.

Leave A Reply